Berita  

Makin Nampak Keberpihakan Oknum Panitia Pemilihan RT Anggrek ( Taufik ), Mengundang Panitia Syukuran Atas Kemenangan MUSTARI, Ada Apa ?

Makin Nampak Keberpihakan Oknum Panitia Pemilihan RT Anggrek ( Taufik ), Mengundang Panitia Syukuran Atas Kemenangan MUSTARI, Ada Apa ?
Dukomentasi di jalan Anggrek

Keterlibatan ( keberpihakan ) Oknum Panitia dalam kontestasi pemilihan Ketua RT Anggrek RW 10 sedikit demi sedikit mulai terkuak bau amisnya, hal ini diungkapkan warga Anggrek inisial F ( 02/06/2024 ).

Lebih lanjut F menuturkan pada Hari Senin/ malam selasa (01/07/2024) saya diajak makan-makan oleh oknum Panitia ( inisial TF ), lalu saya tanya siapa saja, Pak Mustari, dan semua Panitia.Namun menjaga persepsi negatif dan kecurigaan dari warga yang sedang menyorot kinerja panitis, saya memilih menghindar.

Menurut F ,, heran dan anih saja, jadi tudingan keterlibatan Oknum Panitia memobilasisasi dukungan terhadap Calon tertentu tidak dapat terbantahkan. Lebih-lebih Oknum Panitia ( TF ) pernah telpon saya bahwa mau menggolkan Mustari sebagai Ketua RT, itu terjadi sebelum pembentukan Panitia.pungkasnya.

Untuk menelusuri keadaan fakta dilapangan, awak media menelusuri bebetapa warga mencari sampel, ditemuilah warga F, ia menuturkan, saya sebenarnya tidak tahu pada calon-calon, hanya saya diarahkan oleh seseorang Panitia ke calon nomor urut 3, di rumah ini saya 2 orang.

Warga lain M menuturkan, saya sebenarnya tidak bisa mencoblos karena waktunya sudah lewat, saya ada diluar kota tang 22 sd 23..tapi saya dapat menggunakan hak karena dipermudah pada tanggal 24 Juninya. sesuai arahan saya coblos nomor 3.

Sementara, Oknum Panitia inisial TF membenarkan makan bersama dengan calon terpulih Mustari dan segenap Panitia dan salah satu calon diajak. Tapi malam itu tidak jadi, mendadak ada keperluan.

Bukan saya yg ngundang pak….maunya pak MOS ngajak kumpul2 tp batal krn ada kepentingan.

Menurut Rasid Pemerhati kebijakan Publik Sumenep, mencermati pemekaran sekaligud pemilihan RT, Anggrek telah melanggar prinsip demokrasi. Apalagi menurut Informasi yang saya terima syarat-syarat untuk terbentuknya RT tidak terpenuhi menimal 30 KK/ 30 Rumah. Tidak boleh 10 rumah dibuatkan 30 KK, tidak boleh setelah pemilihan dicarikan KK lain, untuk memenuhi syarat 30 KK. Menurut saya Pemekaran RTAnggrek telah cacat syarat, cacat prisedural dan cacat moral , karena ada oknum Panitia bermain mata dengan calon. Ada apa kok sampek begitu, hanya RT kok.

Menurut saya pemekaran ini lebih banyak mudaratnya, antar warga sudah saling curiga, jadi sebaiknya batalkan dan Kepala Desa Kolor Turun langsung membentuk Panitia jika sudah persyaratannya terpenuhi.ujar Rasid diahir wawancaranya.

Secara terpisah Ketua Paguyuban Anggrek H.Safiudin, dimintai keterangan via WhastAp, terkait dugaan keterlibatan oknum panitia tersebut, ia menyatakan, menjawab deplomatis, saya kira Bapak Kades faham aturan Desa dari pada saya, tunggu saja keputusan desa, mana yang terbaik. Hanya saja jika ada permainan panitia, hal ini menjadi preseden buruk kedepan, karena RT terpilih dinodai oleh oknum. Tapi prinsip saya adalah nunggu keputusan Kepala Desa.

H.Piu panggilsn akrab H.Safiudin, ditanya sikap Pemdes Kolor terkait pemilihan RT Anggrek, yang lebih tahu sebenarnya Panitia, karena hasilnya sudah dilaporkan. Namun saya mendengar bahwa Pamilihan RT Anggrik dinilai menyalahi presedur, menurut Pemdes, alurnya harusnya adalah :
1. Pendataan Warga, lalu hasilnya dilaporkan kepada Pemdes, lalu Pemdes menilai apakah layak dimekarkan atau tidak, yang layak adalah 30 KK 1 rumah berpenduduk Anggrek.
2. Sebelum dinilai oleh PEMDES, ada Tim dari Kasi pemerintahan turun ke lapangan, dikenal dengan Tim Verifikasi.tum verifikasi lapor Kades, jika memenuhi syarat pemekaran barulah disetujui.
3. Selanjutnya baru ditetapkan HAK pilih.
4. Baru ada pemungutan suara.
Didesak tentang mengapa dianggrek sampek lalai ? Klo dari saya selaku Ketua Paguyuban, yang membentuk Panitia, telah mengingatkan Panitia melalui Ketuanya pk Hari, agar didata dulu, tapi pak Hari menolak.

Sementara Ketua Panitia RT Hariyusman, dimintai konfirmasi, hanya menjawab, maaf bu saya masih dikandang.hingga berita ini diturunkan belum ada informasi lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *