Kejari Sumenep Resmi Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Ghoib

SUMENEP, jurnalsekilas.com – Mantan Direktur Utama dan Mantan Manager Keuangan PT Sumekar Sumenep resmi ditahan, Setelah hampir dua bulan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan kapal “Ghoib”.

Dua tersangka pengadaan kapal tersebut yaitu MS selaku Direktur Utama dan AY selaku Manager Keuangan tahun 2019.

Hari ini, Rabu (25/01/2023) Keduanya resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Penahanan tersebut dilakukan setelah dua bulan ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Sumenep.

“Tersangka dilakukan penahanan dengan alasan subyektif dan okyektif, Dan tersangka dikhawatirkan menghilangkan alat bukti serta dikhawatirkan mengulangi perbuatannya,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Trimo, SH. MH. saat press release di lantai II Kejari Sumenep.

Menurut Kajari Sumenep Trimo, SH., MH, tersangka akan dilakukan penahanan selama 20 hari di rumah tahanan (Rutan) Klas II B Sumenep.

Selanjutnya penyidik akan melakukan pengembangan dan penyidikan untuk menetapkan tersangka lain. karena, dalam kasus korupsi kapal ‘Ghoib’ tersebut dimungkin masih banyak calon tersangka lain.

“Karena ini kasus korupsi, maka dua tersangka yang saat ini kita tahan, akan dilimpahkan ke Pidkor Jatim, yang adanya di Sidoarjo,” Lanjut Kajari Sumenep Trimo, SH., MH.

Kejaksaan Negeri Sumenep melakukan penyelidikan kasus korupsi kapal “Ghoib” , sejak akhir Agustus 2022.

Dalam kasus dugaan penyimpangan pembelian kapal tersebut, sudah 20 orang saksi yang dimintai keterengan oleh Kejaksaan Negeri Sumenep, Salah satunya merupakan mantan Bupati Sumenep A. Busyro Karim.

Pada Oktober 2022, Kejaksaan Negeri Sumenep menerbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas kasus tersebut. Namun, tak berselang lama dari penerbitan SPDP, Satuan Khusus Kejari Sumenep melakukan penggeledahan ke kantor PT Sumekar.

Saat penggeledahan, tim satuan khusus Kejari Sumenep mengamankan ratusan berkas yang berkaitan dengan pembelian kapal oleh PT. Sumekar.

Dari hasil penyelidikan, diketahui pembelian kapal itu terjadi pada tahun 2019, Salah satu perusahaan BUMD Sumenep tersebut melakukan pembelian kapal kepada salah satu PT atau perusahaan yang ada di Kabupaten Sorong.

Pembelian kapal tersebut tidak dilakukan tender atau proses lelang, namun dilakukan secara langsung kepada salah satu pemilik kapal di Kabupaten Sorong.

Yang selanjutnya Ditemukan ada dua kali pembayaran untuk pembelian kapal itu, Yang pertama dengan nominal Rp 2,4 miliar diserahkan di Sorong, dan yang kedua Rp 1 miliar lebih diserahkan di Gorontalo.

Namun sampai saat ini, kapal yang rencananya akan digunakan sebagai angkutan perintis antar kepulauan, dengan rute Kalianget-Sapudi- Kangean-Sapeken-Pagerungan Besar, Sapeken-Tangjung Wangi, tidak pernah ada “alias ghoib”.

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *