Kades Kalisangka Tidak Terima Atas Pernyataan Kapolsek Kangean

Kades Kalisangka Tidak Terima Atas Pernyataan Kapolsek
Illustrasi

SUMENEP-KANGEAN, jurnalsekilas.com – Kepala Desa Kalisangka  geram lantaran Kapolsek Kangean, IPTU Muh Nurul Qomar yang berstatement bahwa Kepala Desa Ikut memediasi korban dan pelaku, ditambah dikatakan tidak adanya LP, ini jelas tidak benar sebab saya setelah menyerahkan pelaku dan keluarga korban membuat LP saya sakit.

Ditambahkan oleh Ainur Rida, bahwa sore ( 26/03/2024) anggota polisi mendatangi korban untuk meminta surat pernyataan bahwa korban tidak ingin menuntut.

Saya jelaskan bahwa korban tidak pernah dibawa ke Puskesmas, jika dikatakan ada anggota yang menemui di puskesmas itu bohong.

Menurut Ainor Rasid, praktisi hukum, Kapolsek Kangean membuat blunder. diduga terkesan berupaya menutupi dugaan kesalahan SOP dalam penanganan kasus pemerkosaan anak dibawah umur.

Jadi, apa susahnya jika mengakui kesalahan atas bebasnya dua orang terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur, dengan terduga pelaku inisial A dan F warga Desa Duko, dan korban inisial i ( 13 ) tahun, Warga Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep

” Bapak Kapolsek yang terhormat, Statement anda melalui media online itu Hoax. sudahlah, kebohongan jangan ditutupi dengan suatu kebohongan. apalagi, saat ini bulan Ramadhan yang penuh berkah. Saya berharap anda sebagai pimpinan di Polsek Kangean dapat menjaga kepercayaan masyarakat kepulauan terhadap aparat penegak hukum ( Polisi ). dan jangan sampai kaum perempuan, khususnya korban pemerkosaan dirugikan sehingga masa depannya menjadi suram,”Ucapnya dengan dana geram

Lebih lanjut Ainor memaparkan, Dalam persoalan itu, Kapolsek Kangean terkesan menyudutkan dua kepala desa dengan menyuruh awak media agar koordinasi dengan dua kepala desa yaitu Kepala Desa Kalisangka dan Duko. ada apa..?

Statement Kapolsek itu tentunya menyesatkan, dan terkesan membela diri utuk menutupi kebobrokan pihaknya dalam penanganan kasus dugaan kejahatan seksual yang sedang viral saat ini

” Saya berharap Kapolres Sumenep mencopot Kapolsek Kangean, karena dinilai tak mampu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kepulauan saat ini, sehingga kondisi di wilayah hukum kecamatan arjasa tambah tidak kondusif,’ Pungkasnya

Maka dari itu, Dalam Waktu dekat ini, Kami akan koordinasi dengan teman teman aktifis yang peduli anak, khususnya para aktifis yang peduli dengan kaum perempuan di Negeri ini, agar mempersiapkan data data pelaporan oknum Polsek Kangean ke Propam Polda Jatim, supaya tak lagi main – main dalam penanganilan kasus kemanusian seperti ini, apalagi korbannya anak dibawah umur.

Dalam persoalan ini, sepertinya pihak Polsek tak mengindahkan peraturan undang undang pasal 76D UU 35 tahun 2014, tentang Perlindungan Anak, jo pasal 6 Ayat (1) jo pasal 7 UU Nomor 12 tahun 2022. Undang undang perlindungan anak merupakan Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan persetubuhan terhadap anak atau pelecehan seksual secara fisik terhadap anak dan perkaranya tidak dapat di restorative justice ( RJ ), karena perkaranya masuk dalam perkara delik biasa.

Sementara Kapolsek Kangean Iptu Nurul Qamar, menyatakan prihal adanya anggota polsek mendatango korban untuk minta surat pernyataan tidak menuntut adalah tidak benat.

Tidak benar mas…itu tadi malam saya SDH ketemu sama kades kalisangka…

Kami ke sana utk meminta keluarga korban utk melaporkan kembali kasus itu

ditanya kelanjutan kasus tersebut, Kapolsek Kangean menyatakan, sudah meminta Kades Kalisangka untuk melanjutkannya.

Saya menta bantuan ke kades kalisangka agar meminta korban. Utk melanjutkan kasus itu

sebagaimana diberitakan ole media online. Www.chrnel7.id berjudul Lama bungkam, ahirnya Kapolsek Kangean menjelaskan duduk persoalannya  ( 26/03/2024 ). Kapolsek memaparkan kronologis pengusutan kasus pemerkosaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *