Dr AHMAD HOSAINI Kader GOLKAR Yang Siap Bermain Catur Politik Dengan Langkah Kuda Putih

Dr AHMAD HOSAINI Kader GOLKAR Yang Siap Bermain Catur Politik Dengan Langkah Kuda Putih
Foto Dr.Hosaini

Dr Ahmad Hosaini M.Pd, adalah kader muda Golongan Karya (Partai Golkar) yang siap tarung di Dapil 8 Kepulauan untuk merebut tiket perjalanan menuju gedung DPRD Kabupaten Sumenep

Sang Doktor ini meskipun muda usia dan pengalaman pertama di ring politik praktis, namun ia kaya dengan gagasan, terutama gagasan untuk kemaslahatan tanah kelahirannya; Kangean

Umur bukanlah ukuran tahun, Akal bukanlah ukuran tubuh, Sehari hidup singa di rimba, Seratus tahun bagi si domba”*_

Artinya…
_Janganlah kita meratapi kondisi daerah tanah kelahiran yang seolah-olah tidak ada harapan.

Mari bangkit bersama, wujudkan keberanian dengan melakukan hal-hal positif secara kolektif untuk kemaslahatan ummat.

Mencari kemenangan bukanlah perkara mudah, dan kejayaan bukanlah perkara kecil.

Terlebih di dalam Islam, Allah tidak melihat hasil dari perjuangan dan pengorbanan kita, tetapi lebih pada upaya (ikhtiar), kerja konkret dan karya nyata.

Sang Doktor ini sengaja berangkat dari tanah kelahirannya karena sudah berkomitmen untuk membangun daerah Kepulauan.

… dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”
(Al-Baqarah: 177)

Inilah komitmen yang lahir dari jiwanya sehingga ia tetap teguh pendiriannya di saat orang lain mengajak untuk lupa.

Dengan menepati janji, ada garansi bebas dari kekafiran. Dengan menepati janji, maka kita telah menjaga kedamaian dan keamanan. Dengan menepati janji, ada garansi dihapusnya dosa-dosa dan menjadi sebab turunnya rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hosaini, adalah sosok anak Kepulauan yang cerdas, terampil serta memiliki obsesi besar terhadap kemajuan Kepulauan.

Sang Doktor yang berprofesi sebagai Dosen ini, selalu punya rencana, strategi dan metodologi dalam menjalani hidup.

Selama  keberanian” masih membekas dalam jiwa Bangsa Kepulauan, betapa besarnya kesulitan yang dihadapi, percayalah, kita akan bangkit kembali.

Memang tidak mudah, tetapi di sinilah iman harus diperankan. Sebab, hanya iman yang bisa membuat yang absurd bisa terwujud, yang aneh bisa nyata, bahkan yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Maka, jadikanlah iman sebagai motor penggerak utama dalam setiap langkah kehidupan.

Bangkitlah! Ciptakan dunia baru, Bungkus dirimu dalam api, Dan jadilah seorang Ibrahim, Jangan mau tunduk kepada apa pun, Kecuali kebenaran, Ia akan menjadikanmu seekor singa jantan

Ingatlah!  Langkah seribu itu selalu dimulai dari satu langkah kecil di depan.

Ibarat bermain catur, langkah pertama selalu dimulai dari pion. Kunci permainan ada di langkah kuda putih. Siapa yang lihai memainkan kuda, maka dialah yang akan menang.

JANGAN MENYERAH

Bung Hosaini… sungguh tidak mudah untuk memenangkan sebuah kompetisi terbuka seperti Pemilu Legislatif, yang kemenangannya ditentukan oleh orang lain.

Ibarat orang pergi haji; “Kodhu cokop ongkos entar ben molena

Pragmatisme politik masih menjadi standar harapan masyarakat. Oleh karena itu, jika Anda berperang di zaman sekarang dengan membawa senjata keris, sudah bisa dipastikan Anda akan kalah telak dengan mereka yang menggunakan senjata api (Pistol).

Tetapi bukannya tidak ada kemungkinan untuk menang. Bukan. Betapa banyak pelajaran tentang keajaiban-keajaiban yang terjadi justru kelompok kecil bisa mengalahkan kelompok besar atas izin-Nya?

Belajarlah pada ombak di lautan. Meskipun di benturkan dengan batu karang yang keras, ia tidak pernah mengeluh atas ketentuan-Nya.

Ujian, adalah ciri manusia di sayang Allah. Ibarat sekolah, untuk naik kelas harus melalui proses ujian.

Kata Nabi Saw;

Sungguh, besarnya pahala bersamaan dengan besarnya cobaan… begitu riwayat Tirmidzi menjelaskan._

_lJika mengalami suatu hambatan, bukan berarti kita tidak mengalami perkembangan.

Tetapi…Ada tetapinya Bung.

Kita justru mengalami pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri kita.

Jangan pernah pupus harapan untuk menyerah. Sebab, bagian terberat dari sebuah kesuksesan adalah di saat awal seseorang memulainya.

Sebagai penantang baru di belantika politik praktis, pasti banyak godaan dan ranjau yang belum dipahami.

Maka, penguasaan medan tempur menjadi hal yang utama dan pertama untuk dikuasai; jika ingin menang.

Kadang, kenyataan di lapangan amat sangat berbeda dengan setumpuk ilmu politik yang kita pelajari. Seperti kata sang penyair, mendung itu tak berarti hujan.

Namun bila Bung Hosaini dapat melewati batas tertentu, sesungguhnya seseorang dapat merasakan segala kemudahan dan kebebasan dari tekanan dan beban.

Kata Buya Hamka;

Kalau hidup sekedar hidup, BABI di hutan juga hidup. Kalau kerja sekedar kerja, KERA juga bekerja

Berpijaklah pada keteguhan hati dalam menjalani hidup, walaupun badai dan topan menerpa.

Tidak ada kata menyerah untuk terus tumbuh. Tidak ada alasan untuk terpendam dalam keterbatasan.

TIDAK ADA KATA PESIMIS DALAM SETIAP TANTANGAN, KARENA ALLAH TIDAK PERNAH BERHENTI MENOLONG KITA.

Karena bagaimana pun juga, pertumbuhan demi pertumbuhan harus diawali dari kemampuan untuk mempertahankan diri dalam kondisi yang paling sulit sekali pun.

Sebuah kaidah hidup menjelaskan; Yang tenggelam itu tak pernah hilang. Ia akan muncul kembali

WAHAI AHMAD HOSAINI

Kau tahu bencana datang lagi, Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap

Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu, Sudah sedari lama berbaris-baris memanggil-manggil

Keluarlah dari kenyamanan mihrabmu, Bawalah roh sajadah mu ke jalan-jalan; ke pasar-pasar; ke kantor-kantor; ke sekolah-sekolah; dan majelis dewan yang terhormat

Keluarlah dari nikmat kesendirian mu, Satukan kembali hati-hati yang berserakan ini, Kumpulkan kembali tenaga-tenaga yang tersisa

Pimpinlah dengan cahaya mu, Wahai Ahmad Hosaini, Di tengah badai gurun

Disajikan Oleh SUJONO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *