Berita  

Dinas PUTR Sumenep, Bungkam Disoal Proyek Pengadaan TPA Senilai 1.4 M Yang Pekerjaanya Diduga Asal-Asalan

Dinas PUPR Sumenep, Bungkam Disoal Proyek Pengadaan TPA Senilai 1.4 M Yang Pekerjaanya Diduga Asal-Asalan
Gambar TPA ( 18/04/2024 )

SUMENEP- KANGEAN, Sampah yang berserakan di sepanjang jalan Arjasa-Gelaman-Cellong telah menjadi sumber kekhawatiran bagi para pengguna jalan. Aktivis lingkungan, Ponirin Mika, telah mengungkapkan kekecewaannya terhadap kurangnya tindakan serius dari pemerintah dalam penanganan masalah ini.

Dalam sebuah pernyataan, Ponirin menyampaikan, “Sudah hampir 7 tahun persoalan sampah ini menjadi isu hangat. Jika pemerintah benar-benar serius, masalah ini tidak akan terus berlarut-larut.”

Meskipun pemerintah telah mengalokasikan dana yang signifikan untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS), hasilnya masih belum terlihat secara maksimal. “Dana untuk TPS ini tidak kecil, namun entah mengapa wujudnya belum terlihat,” tambahnya.

Pengadaan Tempat pembuangan sampah ahir ( TPA ) dengan anggaran diperkirakan Rp.1.4 M, tidak dapat berfungsi karena fisik yang dibangun tidak memungkinkan. Proyek yang dikerjakan oleh PT lumbung Jaya Artho Barakah, diduga tidak sesuai dengan RAB, hal ini terlihat dari hasil fisik yang telah banyak beredar di Media sosial dalam bebetapa hari ini. Pekerjaan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak.

Bau busuk yang ditimbulkan oleh sampah yang berserakan bukan hanya mengganggu, tetapi juga menciptakan lingkungan yang tidak sehat bagi masyarakat sekitar. Ponirin Mika mengajak pemerintah untuk mengambil tindakan tegas dalam menangani masalah ini demi kesejahteraan bersama.

Sementara itu, para pengguna jalan yang terganggu dengan kondisi tersebut merasa diabaikan oleh pemerintah. Mereka berharap agar langkah konkret segera diambil untuk membersihkan jalan dan mencegah terulangnya masalah serupa di masa depan.

Kadis DLU Arif, dimintai komfirmasi, ia menyatakan, bahwa kami hanya penerima tidak ikut dalam perencanaan hingga pelaksanaan.

Sementara Kadis  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Erik, dimintai komfirmasi melalaui WastAap, tidak merespon dan ditelpon tidak mengangkat, sekalipun berdering tanda aktif.sehingga keteranganya tidak dapat diperoleh hingga berita ini tayang.

Sementara pihak PT lumbung Jaya Artho Barakah, belum dapat dihubungi karena nomor HP yang ada dalam profil PT tidak aktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *