Mencari Formulasi Ideal Untuk Mencegah Pelecehan Sksual

Dengan Maraknya Kekerasan Seksual Terutama di Sekolah, Diperlukan Formulasi Ideal Untuk Mencegah
Foto : H. Safiudin, SH., MH

 

Oleh : H.Safiudin

Fenomena kekerasan seksual dan pelecehan seksual di lembaga pendidikan sangat memprihatinkan dan meresahkan. Pasalnya, lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi wadah pembentukan karakter kemanusiaan justru menjadi tempat terjadinya kekerasan seksual dan pelecehan seksual.

Kasus semacam itu terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dan korban bukan saja orang-orang dewasa akan tetapi dialami oleh anak-anak bahkan balita. Fenomena kekerasan dan pelecehan seksual  terhadap anak semakin sering terjadi dan menjadi global hampir di berbagai negara di dunia.

Peningkatan pada kasus kekerasan dan pelecehan seksual tidak hanya dari kuantitas atau jumlah kasus yang terjadi akan tetapi dari segi kualitas juga terjadi peningkatan. Dan yang lebih parahnya lagi pelaku berasal dari orang berpendingan bahkan sebagai pendidik dan di dalam lembaga pendidikan. Kasus yang teranyar adalah seorang guru seni di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Sumenep.

Dalam kasus itu, pelaku sedari awal memang punya rencana untuk melakukan pencabulan dengan mudus merampas Hand phone (HP) siswa. Setelah itu, siswa yang HPnya dirampas disuruh untuk ke sekolah mengambilnya. Ketika HP diambil, disitulah pelaku melaksanakan aksinya.Kenapa ini terjadi, karena ada kesempatan.

Kekerasan dan pelecehan seksual cenderung menimbulkan dampak traumatis baik pada anak maupun pada orang dewasa. Namun, kasus kererasan seksual sering tidak terungkap karena adanya penyangkalan terhadap peristiwa kekerasan seksual yang terjadi. Lebih sulit lagi adalah jika kekerasan seksual ini terjadi pada anak-anak, karena anak-anak korban kekerasan seksual tidak mengerti bahwa dirinya telah menjadi korban.

Selain itu, korban sulit mempercayai orang lain sehingga merahasiakan peristiwa kekerasan seksualnya. Selain itu, anak cenderung takut melaporkan karena mereka malu untuk menceritakan peristiwa kekerasan seksual membuat anak merasa bahwa dirinya mempermalukan nama keluarga.

Bagaimana langkahnya?

Berdasarkan uraian di atas, kasus kekerasan dan pelecehan  seksual terhadap anak masih menjadi fenomena gunung es. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya usaha-usaha pada pencegahan kekerasan di sumber masalahnya dan merespon semua permasalahan anak secara terpadu, diantaranya adalah dengan memberikan perlindungan kepada anak melalui pendidikan (sekolah) yang bertujuan untuk memperkuat lingkungan yang melindungi anak dari segala kekerasan khususnya kekerasan seksual.

Pencegahan dengan memberikan pendidikan seks pada anak melalui guru dan orang tua harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Selain itu, diperlukan formulasi ideal untuk mencegah maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual di Sekolah.

Dalam teori kriminologi, kejahatan terjadi karena ada niat dan kesempatan, untuk itu  faktor kesempatan bertemunya siswa/ siswi dengan guru perlu diperhatikan. Baik melalui kursus tambahan, mengulang ujian dan berbagai kegiatan lainnya  dihindarkan pertemuan berduaan. Untuk itu perlu adanya instrumen khusus mengatur agar kesempatan dapat diminimalisasi.

Langkah diatas harus didukung oleh sekolah dan para stakeholder di sekolah maupun pemerintah perlu bahu membahu pada aspek kebijakan. Artinya, pemerintah harus mengisi loop hole dalam konteks kebijakan.

Dalam konteks itu, para stakeholder perlu memastikan setiap anak yang sekolah di berbagai lembaga pendidikan dan pihak-pihak di dalamnya masing-masing memiliki komitmen baik dalam anti pelecehan seksual di sekolah atau tidak. Pada aspek inilah maka diperlukan koordinasi yang matang antar stakeholder, seperti kepala sekolah, kepala dinas, Polres dan lembaga terkait untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual di sekolah.

Selain itu, langkah strategis yang bisa diambil oleh pemerintah setempat adalah menerbitkan peraturan daerah (Perda) sekolah bebas kekerasan dan pelecehan seksual. Perda ini penting sebagai payung hukum untuk mencegah dan meminimalisir maraknya kekarasan dan pelecehan seksual di sekolah.

 

Penulis: Desta

Respon (7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *