Opini  

Bau Busuk RMK menyeruak, Bagaikan Bangkai

Oleh : Ilham F.Z

Ketua RMK Ainur Rahman, antara dipuji dan dihujat oleh berbagai kalangan, berkali-kali dihujat atas ketidak tranparan dalam mengelola keuangan organisasi hingga terjadi perpecahan dan melahirkan RPK, pengelolaan keuangan perahu hingga muncul kebencisn di voice suara Marhasan sang kemudi perahu asal Mamburet, walau marhasan dapat dijinakkan kembali tapi masyarakat tetap yakin bahwa voice suara kejengkelan marhasan adalah benar sebuah mula kedua basuk menyeruap keluar.

Maka berbagai hujatan di berbagai grup kepulauan dalam 4 hari ini nampaknya pribahasa yang layak disandangkan adalah :

Sepandai-pandai menyimpan bangkai pasti baunya keluar, itulah kira-kira pribahasa yang bermakna bahwa sehebat apapun orang menyimpan kejelekan pasti ketahuan juga.

Secepat apapun kebohongan berlari pada ahirnya kalah pada kebenaran, pribahasa ini menunjukkan sehebat apapun kebohongan ditutup rapat pasti ketahuan juga.

Walau dalam berbagai issu selalu ada penolong dan dapat diabaikan, namun masyarakat selalu tanda tanya. Anggaplah H.Piu Ketua KWK lantang berdiri di depan membela Ketua Rmk diberbagai bau- bau busuk itu, namun kali ini nampaknya Ketua KWK lebih banyak diam dan bahkan sekali-kali justru menyerang Ketua RMK tersebut.Ini menunjukkan bahwa Relawan yang dengan sigapnya melayani jenazah tidak lagi bertaring bagaikan penulong justru berubah seolah relawan dijadikan kedok mengeksploitasi jenazah dan kegiatan lainnya untuk sebuah penghasilan, setidaknya itulah hujatan-hujatan yang muncul dalam grup baik voice dan komen chat.

Penulis mencoba menghubungi Ketua KWK dan terkonfirmasi, kenapa selalu menolong RMK, H.Piu menyatakan, kejelekan yang hanya sedikit tidak boleh menghapuskan kebaikan yang lebih banyak.itu saja dasarnya. Lebih jauh menjelaskan, pemulangan Zaki, Ainur menolak nasihat semua orang bahkan berani berbohong dan tidak menghargai orang lain, bahkan menantang LSM dan media, menantang semua pihak yang mencegah kebohongan untuk ditutupi oleh kebohongan lagi .itulah alasannya untuk perlunya revolusi moral, penghukuman moral kepada Rmk.

Akankah pemulangan Zaki, lelaki malang, lahir dari orang miskin hanya keluarga tidak mampu, uang dapat berhutang, keluarganya ditakut-takuti untuk membela kebohongan .benarkah ditolong oleh Rmk ataukah justru RMK mengekploitasi Zaki sebagai ladang penghasilan pribadi..?

Sebuah sumber A.1 bahwa Keluarga zaki memberikan uang kepada Ketua RMK sebesar Rp.34.000.000,- ( Tiga puluh empat juta ) dengan asumsi keluarga adalah untuk membayar tagihan RS Jiwa di Pontianak. Namun fakta menyatakan di RS Jiwa Kalimantan sama sekaki tidak batar biaya namun RS Jiwa mengirimkan surat tagihan kepada Dinsos Sunenep yang telah terverifikasi kepada Kadinsos Zulkarnaen. Selain uang 34 juta, ada cuam mengalir juga dari orang- orang bersimpati kepada perjuangan Rmk yang digambarkan untuk menjemput Zaki menjual Kalung isterinya.?

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *